Frase

Untuk pembahasan selanjutnya yaitu mengenai frase selamat membaca!
Frase adalah kelompok kata, gabungan dua buah kata atau lebih yang tidak membentuk arti baru. Frase hanya menegaskan kata sebelumnya.
Contoh :
anak rajin = anak yang tidak malas
mahal sekali = benar-benar mahal atau sangat mahal
pintar sekali

Ciri-ciri frase :
– Tidak membentuk kata baru
– Dapat disisipi kata lain
Contoh :

Ibu bapak : ibu dan bapak, ibu atau bapak
Di rumah : di dalam rumah
Di kelas : di dalam kelas
Bunga melati : nama bunga

Apabila terletak pada suatu klaimat, maka pengertian frase akan menjadi lebih jelas.
1. Frase yang menyatakan sifat
– Santri perempuan diwajibkan mengenakan kerudung
– Anak-anak akan bermain bola di lapangan
2. Frase yang menyatakan milik
– buku kakak, gading gajah

Nah sekian untuk pembahasan Bahasa Indonesia kali ini. Untuk permintaan materi yang ingin dibahas seperti biasa bisa menghubungi e-mail qlearncontact@yahoo.com

Iklan

Akhiran (Sufiks)

Seperti kita ketahui dalam penggunaan kata baik dalam percakapan maupun tulisan kita harus menggunakan kat-kata yang benar dan sesuai dengan EYD. Untuk kali yang akan dibahas yaitu akhiran kata atau sering disebut juga sufiks

Akhiran merupakan imbuhan yang dibubuhkan di akhir kata. Contoh akhiran antara lain –kan, -i, dan –an.

Akhiran –an

Akhiran –an memiliki makna :

1. Menyatakan alat

Contoh : ayunan, timbangan

2. Menyatakan tempat

Contoh : belokan, tikungan, pangkalan

3. Menyatakan sesuatu yang di

Contoh : tulisan, catatan

4. Menyatakan hal atau cara

Contoh : asuhan, bujukan

5. Menyatakan akibat atau hasil perbuatan

Contoh : guntingan, kudapan

6. Menyatakan mempunyai sifat

Contoh : manisan

7. Menyatakan seluruh atau kumpulan

Contoh : lautan, luapan

8. Menyatakan menyerupai

Contoh : rumah-rumahan, mobil-mobilan, kuda-kudaan

9. Menyatakan tiap-tiap

Contoh : satuan, harian, mingguan, bulanan, tahunan

Akhiran –kan dan –i

Akhiran –kan dan –i berfungsi untuk membentuk pokok kata. Contoh : tuliskan, bacakan, belikan, bayarkan, jauhi, hindari.

Kata-kata tersebut bukan kata mandiri namun merupakan pokok kata, karena masih memerlukan imbuhan lain yang melengkapinya.

Kata-kata, seperti bacakan, belikan, bayarkan, tuliskan, jauhi, dan hindari tidak bisa digunakan dalam kalimat normal, karena kata-kata tersebut belum bisa digunakan sebagai kata mandiri.

Contoh kalimat yang tidak mungkin digunakan sebagai kata normal ( kita tidak mungkin menggunakan kalimat berikut ini ) :

  1. Saya tuliskan buku terjemahan ini.
  2. Dia jauhi semua teman-temannya.

Hanya dalam kalimat perintah, kata-kata tersebut dapat digunakan, antara lain :

  1. Coba kamu tukiskan isi buku ini di papan tulis !
  2. Jauhi semua teman-temanmu !

Dengan ditambahi awalan men(N)-, di-, dan ter- pokok kata tersebut dapat membentuk suatu kata.

a. Makna akhiran -kan

Secara umum akhiran –kan mengandung arti perintah.

Contoh : Tunjukan semua hasil perbuatanmu!

Namun pada kata kerja aktif intransitif (kata kerja yang membutuhkan objek) dapat mengandung makna sebagai berikut :

1. Menyatakan menganggap sebagai

Contoh : menganak-emaskan, mengagungkan, mendewakan

2. Menyatakan membuat jadi

Contoh : meningkatkan, merendahkan, dibersihkan

3. Menyatakan sebagai alat atau membuat dengan

Contoh : merobekkan kertas, mengunuskan pedang

4. Menyatakan perbuatan untuk orang lain

Contoh : dibawakan, menyajikan, membawakan, menuliskan

5. Mengantar objek sebagai pengganti kata depan

Contoh : bertahtahkan, beratapkan, beralaskan

6. Mentransitifkan kata kerja intransitif

Contoh : Sinar mentari pagi memantul ke dinding

Menjadi Kaca itu memnatulkan sinar mentari pagi ke dinding

7. Menyebabkan sesuatu melakukan tindakan

Contoh : mengoperasikan, menempatkan

Nah bagaimana sudah jelas kan. Kadangkala kita suka slah pakai kahiran harusnya pakai -kan malah -an jadi aneh kan. Jadi jangan salah lagi deh kan udah tahu mana yang bener kan. Untuk Selanjuatnya kan dibahas temennya si sufiks yaitu infiks (sisipan) dan prefiks (awalan) ditunggu yaaa!