Akhiran (Sufiks)

Seperti kita ketahui dalam penggunaan kata baik dalam percakapan maupun tulisan kita harus menggunakan kat-kata yang benar dan sesuai dengan EYD. Untuk kali yang akan dibahas yaitu akhiran kata atau sering disebut juga sufiks

Akhiran merupakan imbuhan yang dibubuhkan di akhir kata. Contoh akhiran antara lain –kan, -i, dan –an.

Akhiran –an

Akhiran –an memiliki makna :

1. Menyatakan alat

Contoh : ayunan, timbangan

2. Menyatakan tempat

Contoh : belokan, tikungan, pangkalan

3. Menyatakan sesuatu yang di

Contoh : tulisan, catatan

4. Menyatakan hal atau cara

Contoh : asuhan, bujukan

5. Menyatakan akibat atau hasil perbuatan

Contoh : guntingan, kudapan

6. Menyatakan mempunyai sifat

Contoh : manisan

7. Menyatakan seluruh atau kumpulan

Contoh : lautan, luapan

8. Menyatakan menyerupai

Contoh : rumah-rumahan, mobil-mobilan, kuda-kudaan

9. Menyatakan tiap-tiap

Contoh : satuan, harian, mingguan, bulanan, tahunan

Akhiran –kan dan –i

Akhiran –kan dan –i berfungsi untuk membentuk pokok kata. Contoh : tuliskan, bacakan, belikan, bayarkan, jauhi, hindari.

Kata-kata tersebut bukan kata mandiri namun merupakan pokok kata, karena masih memerlukan imbuhan lain yang melengkapinya.

Kata-kata, seperti bacakan, belikan, bayarkan, tuliskan, jauhi, dan hindari tidak bisa digunakan dalam kalimat normal, karena kata-kata tersebut belum bisa digunakan sebagai kata mandiri.

Contoh kalimat yang tidak mungkin digunakan sebagai kata normal ( kita tidak mungkin menggunakan kalimat berikut ini ) :

  1. Saya tuliskan buku terjemahan ini.
  2. Dia jauhi semua teman-temannya.

Hanya dalam kalimat perintah, kata-kata tersebut dapat digunakan, antara lain :

  1. Coba kamu tukiskan isi buku ini di papan tulis !
  2. Jauhi semua teman-temanmu !

Dengan ditambahi awalan men(N)-, di-, dan ter- pokok kata tersebut dapat membentuk suatu kata.

a. Makna akhiran -kan

Secara umum akhiran –kan mengandung arti perintah.

Contoh : Tunjukan semua hasil perbuatanmu!

Namun pada kata kerja aktif intransitif (kata kerja yang membutuhkan objek) dapat mengandung makna sebagai berikut :

1. Menyatakan menganggap sebagai

Contoh : menganak-emaskan, mengagungkan, mendewakan

2. Menyatakan membuat jadi

Contoh : meningkatkan, merendahkan, dibersihkan

3. Menyatakan sebagai alat atau membuat dengan

Contoh : merobekkan kertas, mengunuskan pedang

4. Menyatakan perbuatan untuk orang lain

Contoh : dibawakan, menyajikan, membawakan, menuliskan

5. Mengantar objek sebagai pengganti kata depan

Contoh : bertahtahkan, beratapkan, beralaskan

6. Mentransitifkan kata kerja intransitif

Contoh : Sinar mentari pagi memantul ke dinding

Menjadi Kaca itu memnatulkan sinar mentari pagi ke dinding

7. Menyebabkan sesuatu melakukan tindakan

Contoh : mengoperasikan, menempatkan

Nah bagaimana sudah jelas kan. Kadangkala kita suka slah pakai kahiran harusnya pakai -kan malah -an jadi aneh kan. Jadi jangan salah lagi deh kan udah tahu mana yang bener kan. Untuk Selanjuatnya kan dibahas temennya si sufiks yaitu infiks (sisipan) dan prefiks (awalan) ditunggu yaaa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: